Cara Menghitung Nilai SKD CPNS dan Passing Grade-nya
Banyak peserta salah paham soal cara nilai SKD dihitung. Artikel ini membedah aturan resminya: bobot per sub-tes, passing grade, dan mengapa TKP paling menentukan.
Diterbitkan 26 Juli 2026
Nilai SKD terlihat rumit karena ketiga sub-tesnya memakai aturan berbeda. Setelah kamu memahami polanya, menghitung target skor jadi jauh lebih mudah.
Tiga Aturan yang Berbeda
Perhatikan bahwa TKP tidak mengenal jawaban salah. Setiap opsi bernilai 1 sampai 5, sehingga mengosongkan soal TKP adalah kerugian terbesar yang bisa kamu buat.
| Sub-tes | Jumlah Soal | Nilai Benar | Nilai Salah | Maks | Passing Grade |
|---|---|---|---|---|---|
| TWK | 30 | 5 | 0 | 150 | 65 |
| TIU | 35 | 5 | 0 | 175 | 80 |
| TKP | 45 | 1-5 per opsi | Tidak ada salah | 225 | 166 |
| Total | 110 | 550 | 311 |
Kenapa Lulus Butuh Ketiganya
Peserta dinyatakan memenuhi passing grade hanya bila ketiga sub-tes lolos ambangnya masing-masing. Nilai total 450 tidak berarti apa-apa bila TIU-mu hanya 75.
Mengejar total nilai tinggi dengan mengorbankan satu sub-tes. Perbaiki dulu sub-tes yang di bawah ambang, baru kejar nilai maksimal.
Menyusun Target yang Realistis
- TKP: targetkan minimal 180 dari 225. Ini paling mudah dinaikkan karena tidak ada jawaban salah.
- TWK: targetkan 90-105 (18-21 soal benar dari 30). Materinya hafalan, jadi hasilnya terprediksi.
- TIU: targetkan 100-120 (20-24 soal benar dari 35). Ini yang paling menentukan peringkat.
- Dengan kombinasi itu, total berada di kisaran 370-405 — cukup aman untuk sebagian besar formasi.
- Kerjakan TKP lebih dahulu jika waktumu terbatas — hasilnya paling pasti.
- Jangan tinggalkan satu pun soal TKP dalam keadaan kosong.
- Untuk TIU, kerjakan deret angka dan analogi lebih dahulu; keduanya paling cepat diselesaikan.